Rabu, 11 Mei 2011

PENANGANAN KOROSI

WOW.....MAU TAU CARA MENANGANI KOROSI/karat  ????




DAHSYAT......




BUMN Wijaya Karya Industri-Trading (PERSERO), sudah memproduksi CATHODIC PROTECTION..........

Korosi adalah suatu penurunan kualitas logam, akibat terjadinya reaksi kimia antara logam dengan lingkungannya.
Untuk mencegah korosi tersebut maka dibuatlah suatu proteksi yang sering disebut dengan CATHODIC PROTECTION.

Metode CATHODIC PROTECTION tersebut ada 2 macam :

1. metode anoda korban
     dimana disini ada logam yang dokorbankan untuk melindungi logam utama.
     jenis-jenis anoda korban pun bermacam-macam, tergantung dari nilai   elektrochemicalnya.

antara lain :
   - Anoda korban aluminium(e = 2700 Hh/kg)
   - Anoda korban zinc (e = 780 Hh/kg)
   - Anoda korban magnesium (e = 1200 Hh/kg)

2. metode ICCP
    metode dengan jalan mengalirkan arus listrik searah dalam elektrolit, ke arah seluruh permukaan logam.

PT. WIKA INTRADE sudah mampu untuk memproduksi cathodic protection tsb.

untuk kualitas sudah tidak bisa diragukan lagi, karena perusahaan sudah tersertifikasi, seperti : ISO, ISO TS, OHSAS, K3, SNI

Comittment : terjamin, karena PT. WIKA INTRADE adalah BUMN.

Pengalaman : tentu sudah teruji, baik itu kontruksi yang membutuhkan penanganan korosi, PELABUHAN, Oil & Gas, Indonesia Power, dll
Harga bersaing, karena PT. WIKA INTRADE memproduksi sendiri.

Quality Control ketak, demi menjaga kualitas.

Bisa dilihat di www.wika-intrade.com

contac person :

Rici Riwelldy Wayan, ST
Mechanical Engineer PT. WIKA INTRADE (PERSERO)
rici.teknik@gmail.com / rici_mesin@yahoo.com
riciriwelldywayan@blogspot.com
081 8055 61237


Regard,


Rici







 

Selasa, 10 Mei 2011

Melek Financial Ala Robert Kiyosakhi

Melek FInancial Ala Robert Kiyosaki

Setelah membaca buku Rich Dad n Poor Dad karangan Robert T. Kiyosakhi, ada banyak sekali ilmu tentang financial yang disajikan, tapi yang paling mendasar yang ingin disampaikan oleh Robert Kiyosakhi adalah dasar/pondasi melek financial.

Pada dasarnya melek financial adalah kemampuan untuk membaca situasi ekonomi, serta membaca suatu neraca atau laporan laba rugi keuangan.


Dalam bukunya Robert Kiyosakhi, hal mendasar yang wajib diketahui oleh manusia adalah perbedaan antara "aset" dan "liabilitas". Banyak orang saat ini yang salah mengartikan antara aset dan liabilitas ini, sesuatu yang dianggapnya aset pada dasarnya adalah liabilitas.


Secara mudahnya "aset" adalah UANG MASUK, atau uang masuk ke saku kita
"liabilitas" adalah kewajiban atau uang yang keluar, atau keluar dari saku kita.



Pola kehidupan orang miskin, pada saat mereka menerima pendapatan, selanjutnya yang ada hanya pengeluaran.
Kalau orang kelas menengah, pada saat menerima pendapatan, mereka akan membeli liabilitas, atau aset yang sebenarnya adalah liabilitas, lalu terjadi pengeluaran.
Tapi kalau pola untuk orang kaya, pada saat menerima pendapatan, mereka akan membeli aset yang selanjutnya dari aset tersebut mereka akan menerima pendapatan lagi, sehingga secara tidak langsung segala pengeluaran yg ada akan tercover oleh uang yang dihasilkan oleh aset tadi. Aset tersebut terus menerus dikumpulkan, hingga pasive income yang mereka peroleh melebihi nilai pengeluaran mereka, bahkan melebihi inflasi yang ada, dan pada saat itulah mereka disebut telah mencapai "kebebasan financial'.


Orang kelas menengah menganggap bahwa rumah mereka adalah aset, tapi sebenarnya adalah liabilitas, karena kebanyakan orang menghabiskan umurnya untuk membayar cicilan/hipotek dari rumah ini, sehingga mereka kehilangan waktu berharga mereka untuk berinvestasi. Selain itu rumash mereka dari tahun ke tahun akan mempengaruhi pengeluaran mereka baik itu utk perawtan bangunan maupun pajak bumi & bangunan.
Namun suatu rumah bisa berfungsi sebagai "aset" apabila rumah tsb menghasilkan, seperti : disewakan atau dipakai bisnis jual beli.


Berikut adalah contoh hal-hal yang bersifat aset :

1. Saham
2. Obligasi
3. Reksadana
4. Surat utang
5. Properti yang menghasilkan (sewa, deviden, dll)

6. Emas
7. Royalty, seperti : paten/ hak cipta, dll
8. dll.


Jadi saran dari Robert Kiyosaki adalah, mulailah dari saat ini kita mengumpulkan aset sebanyak mungkin, hingga kita menghasilkan pasive income yang melebihi inflasi, sehingga kita mencapai kebebasan financial.


Demikian info dari saya.............semoga bermanfaat.


Saya "Rici Riwelldy Wayan, ST" mengucapkan Salam Dahsyat
rici.teknik@gmail.com / rici_mesin@yahoo.com / 081 8055 61237
Mechanical Engineer PT. Wijaya Karya INTRADE

Senin, 09 Mei 2011

wah........info DAHSYAT nie


Minggu tgl 8 Mei 2011

Saya mengikuti seminar dari Bp. Stefanus mengenai kiat-kiat dalam mendidik anak
Beliau menyebutkan bahwa kecerdasan seseorang sangat tergantung dari jumlah sel-sel otak, dan sambungan antar sel otak tersebut.

Pada dasarnya jml sel otak manusia itu sama, namun sambungan antar sel-sel otak itu yang berbeda-beda, sehingga kita perlu melatih otak kita setiap hari.

Pada usia anak 3 tahun, adalah usia yang sangat riskan dalam perkembangan seorang anak, dimana pada saat ini peran orang tua sangat berarti, kita sebaiknya menjadi orang tua yang bijak, janganlah selalu menjadi orang tua yang baik tapi tidak bijaksana

Contohnya :
Pada saat anak meminta uang, jangan selalu memberikannya dengan cuma-cuma, seharusnya selalu ditanamkan pada seorang anak : buat apa uang itu? akan diapakan ? dan akan menajdi apa uang itu nanti  ? sehingga secara tidak langsung otak seorang anak akan dipaksa utk berpikir dan selalu melatih otakknya.

Selain itu sejak anak di dalam kandungan pun perlu dilakukan treatmen2 untuk membantu pertumbuha sel otak janian, antara lain : dengan mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan, & memberikan kata-kata positif. Karena menurut penelitian para ahli, hal-hal itu akan sangat berguna ketika anak itu lahir kelak, dimana anak akan tubuh menjadi anak yg cerdas & kreatif.

penelitian juga menyebutkan, seorang anak yang dimasa kecilnya selalu aktif bergerak, melakukan tindakan-tindakan kreatif, di usia dewasanya kelak biasanya akan menjadi anak yang hebat, cerdas, sukses, & paling menonjol diantara teman-temannya.

Pak Stefanus juga mengatakan bahwa, agar seorang anak menjadi sukses, ada 3 cara yang dapat dilakukan, antara lain :

1. Learn from the best (belajar dari yang terbaik)
2. Take action (ambil tindakan atau realisasikan)
3. Monitoring (lakukan pengontrolan)

Menurut orang sukses 3 hal tersebut wajib dilakukan, sebab seseorang tidak akan bisa sukses kalau tidak tau caranya, sehingga kita perlu belajar dari orang-orang yang sudah sukses. Dan setelah kita belajar dari orang sukses, maka selanjutnya kita aplikasikan ilmu tsb, dan ada pepatah yang mengatakan "tau tapi tidak dipraktekkan berarti sama juga tidak tau". Selanjutnya setelah melakukan tindakan, kita harus mengontrol tindakan tersebut, amati hasilnya, dan lakukan evaluasi secara terus menerus.

Itulah semua isi seminar yang saya ikuti pada tgl 8 Mei'11 di hotel Ciputra Jakarta, semoga info ini juga berguna untuk teman-teman semua.

Saya "Rici Riwelldy Wayan, ST" mengucapkan salam DAHSYAT
rici.teknik@gmail.com / rici_mesin@yahoo.com / 081805561237
Mechanical Engineer BUMN Wijaya Karya INTRADE

Jumat, 06 Mei 2011

cara menghitung kebutuhan anoda korban untuk kapal laut

Cathodic Protection adalah suatu metode untuk mencegah terjadinya korosi pada suatu logam

Korosi pada prinsipnya adalah suatu penurunan atau degradasi kualitas logam akibat terjadinya reaksi kimia antara logam & lingkungannya.

metode utk cathodic protection ini ada 2, yaitu : anoda sacrificial & ICCP (sistem proteksi dengan arus paksa)

Berikut adalah langkah-langkah utk menghitung kebutuhan cathodic protection dengan sistem anoda korban :

1. hitung luas plat yg akan diproteksi (lambung kapal)

2.hitung keperluan arus proteksi rata-rata
   Ic = luas plat x fc x ic
          fc = k1 +k2 . tf/2

           k1 = 0.02 (mengacu pada DNV RPB 401)
           k2 = 0.015 (mengacu pada DNV RPB 401)
           tf  = 3 thn (std BKI)
           ic = 0.100 A/m2

3. Menentukan berat anoda korban total

     M = (Ic x tf x 8760)/(u . e)

         u = 0.85, e = 2000 Ah/kg (utk aluminium) & 700 Ah/kg (utk Zinc)

4. Menentukan ukuran anoda
    Sesuai spesifikasi produk = p x l x t

5. Menentukan jml anoda korban
 
    jml = berat total anoda korban / berat netto anoda satuan

6. Penambahan anoda korban 20% utk tempat-tempat kritis & sebagai faktor keamanan.

7. Mentukan jarak antar anoda korban

   jarak = panjang kapal yang tercelup air / jml anoda korban